Terima kasih untuk selalu ada, terima kasih untuk jadi alasanku pulang ke 'rumah'. Ibu tahu, aku tak pernah nyaman dengan 'rumah', tapi ada ibu yang selalu menenangkan, yang kuat dan tegar, yang selalu enak masakannya, yang selalu biasa saja dihadapan anaknya, tapi selalu bangga bercerita pada kawannya. Ibu, yang tak pernah menuntut anaknya untuk juara, tapi selalu mendukung untuk menjadi lebih baik dari dirinya. Ibu, terima kasih sudah mengijinkanku pergi, alasan menuntut ilmu mungkin terlalu klise, atau apakah bisa kita sebut pencarian jati diri? Sekali lagi terima kasih, sudah menjadi ibu terbaik versi ibu sehat dan bahagia selalu ya bu. Dari anakmu, yang masih kaku. Di perjalanan, desember dua dua ♡
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Katanya, wanita paling mudah jatuh cinta karena mereka menggunakan rasa diantara banyaknya manusia di semesta ada aku salah satunya Kamu, tanpa aba-aba datang dan tanpa ragu membuatku jatuh yang tanpa kutahu membuatku rindu Kamu, yang masih bergulat dengan masa lalumu entah sampai kapan akan begitu Aku, menunggumu, tanpa disuruh yang dengan begitu bodohnya berharap, ini bukan rasa semu salah pahamku mengartikan singgahnya dirimu yang akhirnya kutahu hanya untuk mengisi waktu luangmu dan semuanya kamu anggap begitu Nanti, akan ada masa ketika melihatmu terasa biasa saja akan ada masa ketika aku tak canggung lagi bertatap muka akan ada masa ketika aku mendoakan kebahagiaanmu, meski dengan dia akan ada masa ketika mengenangmu tak lagi luka akan ada masa ketika semuanya baik-baik saja. Tuhan, kapan tibanya masa itu? -AR
Review Kim Ji Young Born 1982; Kim Ji-Young Adalah Kita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kim Ji-Young adalah kita. Rasanya statement tersebut tidak berlebihan, karena kehidupan Kim Ji-Young sangat relatable sama kehidupan sehari-hari, khususnya kita sebagai wanita. Betapa budaya patriarkis kerap kali dan bahkan kita hadapi sehari-hari. Entah dilingkup keluarga, sekolah, teman sepermainan, pekerjaan, bahkan di lingkungan publik. Di keluarga, yang mengharuskan wanita mengerjakan pekerjaan rumah dan harus selalu mendahulukan laki-laki ( i mean, seperti contohnya; wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi toh nantinya akan mengerjakan pekerjaan rumah) salah satu hal yang menurutku pribadi sangat tidak adil. Wanita juga butuh pendidikan untuk nantinya mendidik anak-anaknya untuk kebutuhan pribadinya sendiri. Dan apa salahnya untuk terus belajar? Laki-laki berperan aktif untuk setiap keputusan yang ada di dalam rumah tangga, wanita cukup mengiyakan saja. Yang alhamdulillah kalo di keluargaku sendiri tidak ada batasan untuk menuntut ilmu dan kami, para wanita ikut berperan d...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kalut. Setelah beberapa hari lalu bergulat dengan perasaan sendiri, perasaan yang tak kumengerti. Apakah rindu? Atau ada kata lain yang bisa mendefinisikan? Wahai hati, semoga kamu lekas sembuh. Wahai diri, semoga kamu lekas terbiasa. Bukan salahmu karena perasaan itu timbul kembali. Bukan salahmu untuk menangisinya semalam penuh. Bukan salahmu karena salah mengartikannya. Nikmati saja setiap jengkalnya, setiap harinya. Karena nanti akan kamu jadikan kenangan yang akan membuatmu tersenyum. Tersenyum, karena kamu pernah punya rasa itu dan kamu berhasil melewatinya. Kamu berhasil melangkah maju. Kamu berhasil menghadapi rasamu sendiri. Xo,
Cerita Kapan Saja #Episode1 : Ikigai
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Setelah pada awalnya cuma mendengar istilah "IKIGAI" tanpa tahu lebih detailnya seperti apa, weekend minggu kemarin aku liat video YouTube nya kak Gita yang menjelaskan tentang ikigai. Ikigai merupakan irisan dari passion (what you love), mission (what the world needs), vocation (what you are good at), dan profession (what you can get paid for). Discovering your own ikigai is said to bring fulfilment, happiness and make you live longer. Jadi, kalo kita hanya punya salah satu saja, atau salah dua, atau salah tiga aja kita bakalan ngerasa ada yang kurang. Misalnya nih, kalo kita cuma punya passion aja, you gotta do what you love... then what's next? atau kalau kita cuma punya passion dan vocation, kita melakukan apa yang kita suka dan apa yang kita bisa kerjain, tetapi kita juga harus realistis kalau kita juga butuh duit buat survive dalam hidup, untuk mencukupi segala kebutuhan sehari-hari kita. begitu pula kalau kita punya vocation dan profession, kita me...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pernah ga sih kalian ngerasa stuck ? Setelah kemarin aku bilang, aku punya alasan untuk 'menjalani hidup'? Ingin punya manfaat untuk orang-orang sekitar—dan ya, aku masih sangat ingin melakukan itu— Dan barusan baca ig story salah satu influencer tentang bagaimana caranya memperbaiki mood. Salah satunya adalah berbagi dengan orang lain, membuat orang lain happy. Ya, karena bahagia menular. Isn't it? mungkin karena alasan itulah yang membuatku lebih hidup. Keindahan berbagi. Kebaikan itu menular. Tapi, namanya volunteer -ing juga pasti ada masanya kan? Ada masa-masa dimana perjumpaan akan ada akhir. Meskipun kegiatannya masih berlangsung tetapi orang-orang akan berganti dan terus berganti. Punya prioritas lain yang tentunya lebih penting. Sementara aku masih bergerak diporos yang sama. Kembali lagi terseret arus dunia non-fiksi alias tenggelam dengan novel-novel di dalam kamarku. Ingin kembali menemukan hal-hal semacam itu lag...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Semua orang memiliki rongga dalam diri mereka yang selalu ingin mereka isi. Isinya tidak sama untuk tiap orang. Ada yang menemukannya lewat karier, pasangan hidup, hobi dan apa pun yang membuat mereka merasa lengkap sebagai manusia. Tugas tiap orang adalah mencari apa yang bisa mengisi ruang kosong tersebut. Ada yang cepat menemukannya, ada juga yang membutuhkan waktu, bahkan ada yang tidak berhasil. Sebelum mereka menemukannya, kebanyakan akan merasa tak berarti. Kosong. Hampa. Jadi jangan berhenti mencari sebelum kamu menemukannya. Itu tugasmu. Tugasku, sebagai ibu, adalah menghawatirkanmu dan menyuruhmu pulang. — Rasa